Kalkulator Kemampuan Bayar Cicilan
Sebelum menentukan plafon, cek dulu berapa angsuran yang wajar dari penghasilan Anda. Alat ini menghitung batas cicilan sehat dan memperkirakan plafon maksimal, agar pinjaman tidak membebani usaha.
Kenapa 30% penghasilan?
Menyisihkan terlalu banyak penghasilan untuk cicilan membuat usaha rentan saat pemasukan turun. Panduan literasi keuangan umumnya memakai batas total cicilan sekitar 30% dari penghasilan bersih; hingga 40% masih dapat ditoleransi bila arus kas stabil, tetapi di atas itu ruang untuk biaya operasional dan dana darurat menipis.
“Idealnya, cicilan utang tidak lebih dari 30% penghasilan agar keuangan tetap sehat dan tidak mengganggu kebutuhan pokok.”OJK, Sikapi Uangmu
Estimasi plafon dihitung mundur dari angsuran maksimal menggunakan metode anuitas dengan bunga efektif 6% per tahun, tarif KUR 2026 (Permenko 7/2025). Untuk melihat rincian cicilan per bulan pada plafon tertentu, gunakan kalkulator angsuran KUR.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa persen penghasilan yang ideal untuk cicilan?
Panduan umum literasi keuangan menyarankan total cicilan utang tidak melebihi 30% dari penghasilan bersih. Di atas 40% ruang untuk kebutuhan pokok dan dana darurat menyempit, sehingga risiko gagal bayar meningkat.
Apakah plafon dari kalkulator ini pasti disetujui bank?
Tidak. Angka ini adalah perkiraan kemampuan bayar dari sisi Anda. Keputusan plafon tetap di tangan bank penyalur setelah verifikasi dokumen, survei usaha, dan pemeriksaan SLIK OJK.
Penghasilan yang dipakai penghasilan kotor atau bersih?
Gunakan penghasilan bersih, laba atau omzet setelah dikurangi biaya usaha, karena itulah dana yang benar-benar tersedia untuk membayar cicilan.
Kalkulator lainnya
Sumber & rujukan
- Sikapi Uangmu, literasi pengelolaan utang ↗Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
- Kebijakan & pedoman pelaksanaan KUR (tarif bunga) ↗Kemenko Perekonomian