Situs informasi independen, bukan bank atau penyalur pinjaman.

Kalkulator Kemampuan Bayar Cicilan

Sebelum menentukan plafon, cek dulu berapa angsuran yang wajar dari penghasilan Anda. Alat ini menghitung batas cicilan sehat dan memperkirakan plafon maksimal, agar pinjaman tidak membebani usaha.

Kalkulator kemampuan bayarAsumsi bunga KUR 6%
Rp
Perkiraan laba/omzet bersih usaha yang benar-benar Anda terima.
Panduan umum literasi keuangan: total cicilan sebaiknya di bawah 30% penghasilan. Di atas 40% mulai berisiko.
Angsuran maksimal yang wajar
Rp 1.200.000/bln
Estimasi plafon maksimal
Rp 39.445.219
Sisa untuk kebutuhan lain
Rp 2.800.000
Estimasi plafon dihitung mundur dari angsuran maksimal pada tenor 36 bulan dan bunga efektif 6%/tahun (asumsi KUR 2026). Angka bisa berbeda antar bank dan skema.
Angka ini panduan, bukan keputusan bank. Cek rincian cicilan di kalkulator angsuran
Cara membaca hasilnya

Kenapa 30% penghasilan?

Menyisihkan terlalu banyak penghasilan untuk cicilan membuat usaha rentan saat pemasukan turun. Panduan literasi keuangan umumnya memakai batas total cicilan sekitar 30% dari penghasilan bersih; hingga 40% masih dapat ditoleransi bila arus kas stabil, tetapi di atas itu ruang untuk biaya operasional dan dana darurat menipis.

“Idealnya, cicilan utang tidak lebih dari 30% penghasilan agar keuangan tetap sehat dan tidak mengganggu kebutuhan pokok.”OJK, Sikapi Uangmu

Estimasi plafon dihitung mundur dari angsuran maksimal menggunakan metode anuitas dengan bunga efektif 6% per tahun, tarif KUR 2026 (Permenko 7/2025). Untuk melihat rincian cicilan per bulan pada plafon tertentu, gunakan kalkulator angsuran KUR.

Tanya jawab

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa persen penghasilan yang ideal untuk cicilan?

Panduan umum literasi keuangan menyarankan total cicilan utang tidak melebihi 30% dari penghasilan bersih. Di atas 40% ruang untuk kebutuhan pokok dan dana darurat menyempit, sehingga risiko gagal bayar meningkat.

Apakah plafon dari kalkulator ini pasti disetujui bank?

Tidak. Angka ini adalah perkiraan kemampuan bayar dari sisi Anda. Keputusan plafon tetap di tangan bank penyalur setelah verifikasi dokumen, survei usaha, dan pemeriksaan SLIK OJK.

Penghasilan yang dipakai penghasilan kotor atau bersih?

Gunakan penghasilan bersih, laba atau omzet setelah dikurangi biaya usaha, karena itulah dana yang benar-benar tersedia untuk membayar cicilan.

Sumber

Sumber & rujukan

  1. Sikapi Uangmu, literasi pengelolaan utang ↗Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
  2. Kebijakan & pedoman pelaksanaan KUR (tarif bunga) ↗Kemenko Perekonomian
Foto Edi Suharjo, S.H.
Sarjana Hukum dan praktisi pembiayaan di PT BFI Finance Indonesia, Tbk. Menulis panduan KUR dan pembiayaan UMKM dengan latar hukum dan pengalaman langsung di industri keuangan.