Cara Menghitung Bunga Pinjaman: Flat vs Efektif
Bunga “flat 0,5% per bulan” terdengar kecil, padahal beban sebenarnya bisa hampir dua kali lipat bila dihitung efektif. Masukkan angkanya dan lihat perbandingannya secara langsung.
Dua cara menghitung bunga
Bunga flat menghitung bunga dari pokok pinjaman awal, tetap sama setiap bulan sepanjang tenor:
Bunga efektif menghitung bunga dari sisa pokok yang berkurang tiap bulan, dengan angsuran tetap (anuitas). Karena saldo terus menyusut, total bunga lebih kecil untuk persen yang sama. Itu sebabnya bunga flat dan efektif tidak bisa dibandingkan langsung: bunga flat 5% kira-kira setara efektif 9%.
“Perhitungan bunga efektif dilakukan atas dasar saldo pokok terutang, sehingga porsi bunga menurun seiring berkurangnya pokok.”Otoritas Jasa Keuangan
KUR memakai bunga efektif 6% per tahun (Permenko 7/2025). Saat menemui tawaran pinjaman dengan bunga flat, konversikan dulu ke efektif agar perbandingannya adil. Untuk melihat cicilan KUR sebenarnya, gunakan kalkulator angsuran KUR.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa beda bunga flat dan bunga efektif?
Bunga flat dihitung dari pokok pinjaman awal sepanjang tenor, sehingga total bunga terlihat kecil padahal beban sebenarnya lebih besar. Bunga efektif dihitung dari sisa pokok yang terus berkurang setiap bulan, inilah metode yang dipakai KUR.
Kenapa bunga flat 5% terasa lebih mahal dari efektif 5%?
Karena flat menghitung bunga dari pokok penuh terus-menerus, sementara efektif menghitung dari saldo yang mengecil. Untuk persen yang sama, bunga flat kira-kira setara dengan efektif hampir dua kali lipatnya.
Berapa bunga KUR, flat atau efektif?
KUR 2026 memakai bunga efektif 6% per tahun (Permenko 7/2025). Sering ditulis setara flat sekitar 3% agar mudah dibandingkan, tetapi dasar perhitungan resminya adalah efektif.
Sumber & rujukan
- Sikapi Uangmu, memahami bunga kredit ↗Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
- Kebijakan & pedoman pelaksanaan KUR (bunga efektif) ↗Kemenko Perekonomian