Situs independen. Bukan bank, tidak memproses pengajuan, tidak memungut biaya.

KUR Tanpa Jaminan: Benarkah Bisa?

KUR tanpa jaminan 2026: KUR Super Mikro dan Mikro (s.d. Rp100 juta) tidak memerlukan agunan tambahan. Pahami beda agunan pokok vs tambahan dan kapan jaminan diminta.

Oleh Edi Suharjo, S.H.·Ditelaah Penelaah Keuangan·Diperbarui 1 Agustus 2026·5 menit baca
Ringkas
  • Untuk KUR Super Mikro dan Mikro (plafon sampai Rp100 juta), agunan tambahan tidak diwajibkan — usaha yang dibiayai menjadi jaminan pokoknya. Agunan tambahan umumnya baru diminta untuk KUR Kecil di atas Rp100 juta. 'Tanpa jaminan' berarti tanpa agunan tambahan, bukan tanpa tanggung jawab membayar.

Salah satu daya tarik Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah kemungkinan mengajukan pinjaman tanpa agunan tambahan. Banyak pelaku usaha mikro bertanya: benarkah KUR bisa tanpa jaminan? Jawabannya perlu dipahami dengan tepat agar tidak keliru. Artikel ini menjelaskan maksud 'tanpa jaminan' dalam KUR, batas plafonnya, dan kapan agunan diminta.

Beda agunan pokok dan agunan tambahan

Dalam pembiayaan, ada dua jenis jaminan. Agunan pokok adalah usaha atau objek yang dibiayai itu sendiri — pada KUR, usaha Anda menjadi agunan pokoknya. Agunan tambahan adalah aset lain di luar usaha, seperti sertifikat tanah atau BPKB kendaraan. Ketika orang menyebut 'KUR tanpa jaminan', yang dimaksud adalah tanpa agunan tambahan.

Untuk KUR Super Mikro dan Mikro, agunan tambahan tidak diwajibkan; usaha yang dibiayai berperan sebagai jaminan pokok.Ringkasan ketentuan pelaksanaan KUR

Plafon yang bisa tanpa agunan tambahan

Ketentuan agunan tambahan bergantung pada besar plafon:

Agunan tambahan menurut jenis KUR
JenisPlafonAgunan tambahan
Super Mikro≤ Rp10 jutaTidak diperlukan
MikroRp10–100 jutaTidak diperlukan
KecilRp100–500 jutaUmumnya diperlukan

Dengan kata lain, pinjaman sampai Rp100 juta lewat KUR Super Mikro dan Mikro umumnya tidak menuntut agunan tambahan. Begitu plafon melewati Rp100 juta (KUR Kecil), bank biasanya meminta agunan tambahan sesuai kebijakannya.

Tanpa jaminan bukan berarti tanpa kewajiban

Meski tanpa agunan tambahan, KUR tetap pinjaman yang wajib dibayar sesuai jadwal. Tunggakan tetap tercatat di SLIK OJK dan memengaruhi peluang mengajukan kredit di kemudian hari. Pinjamlah sesuai kemampuan bayar, dan hitung angsurannya lebih dulu.

Waspada penawaran menyesatkan

Frasa 'tanpa jaminan' kerap dipakai penawaran pinjaman yang tidak resmi untuk memikat. Ingat: pengajuan KUR tidak memungut biaya di muka, dan hanya diajukan melalui bank penyalur resmi. Jika ada yang meminta transfer untuk 'memuluskan' pengajuan tanpa jaminan, itu penipuan.

Jadi, KUR memang bisa tanpa agunan tambahan untuk plafon mikro — tetapi tetap melalui penilaian kelayakan usaha dan tetap menjadi kewajiban yang harus dibayar. Pahami syaratnya dan hitung angsurannya sebelum mengajukan.

Tanya jawab

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah KUR benar-benar tanpa jaminan?

KUR Super Mikro dan Mikro (sampai Rp100 juta) tidak memerlukan agunan tambahan; usaha yang dibiayai menjadi jaminan pokoknya. KUR Kecil di atas Rp100 juta umumnya memerlukan agunan tambahan.

Berapa plafon maksimal KUR tanpa agunan tambahan?

Umumnya sampai Rp100 juta melalui KUR Mikro. Di atas itu (KUR Kecil), agunan tambahan biasanya diminta.

Kalau tanpa jaminan, apakah tetap dicek SLIK?

Ya. Bank tetap memeriksa riwayat kredit di SLIK OJK dan menilai kelayakan usaha, meski tanpa agunan tambahan.

Sumber

Sumber & rujukan

Informasi di halaman ini diperiksa dari sumber berikut. Ketentuan dapat berubah; selalu verifikasi ke sumber resmi terbaru.

  1. Kebijakan & pedoman pelaksanaan KURKemenko Perekonomian
  2. Update KUR BRI 2026: plafon & ketentuanMedia Indonesia
  3. Situs resmi KUR BRIBank BRI
Foto Edi Suharjo, S.H.
Sarjana Hukum dan praktisi pembiayaan di PT BFI Finance Indonesia, Tbk. Menulis panduan KUR dan pembiayaan UMKM dengan latar hukum dan pengalaman langsung di industri keuangan.