Situs informasi independen, bukan bank atau penyalur pinjaman.

KUR Pegadaian Syariah: Skema, Plafon & Cara Ajukan

Oleh ·Ditelaah Penelaah Keuangan·Diperbarui 23 Agustus 2026·7 menit baca
Ringkas
  • KUR Pegadaian Syariah adalah pembiayaan usaha mikro berbasis syariah dari PT Pegadaian, memakai akad rahn tasjily alih-alih bunga. Plafonnya Super Mikro sampai Rp10 juta dan Mikro sampai Rp50 juta, tanpa jaminan tambahan untuk kategori tersebut, dengan tenor sampai 36 bulan. Keunggulannya bebas biaya administrasi, provisi, dan denda, dengan biaya pemeliharaan yang setara bunga rendah.

Selain lewat bank, Kredit Usaha Rakyat juga disalurkan melalui PT Pegadaian dengan skema berbasis syariah. Bagi pelaku usaha mikro yang menginginkan pembiayaan tanpa bunga konvensional, KUR Pegadaian Syariah bisa menjadi pilihan. Berikut skemanya, plafon dan biayanya, syarat, serta cara mengajukannya.

Apa itu KUR Pegadaian Syariah

KUR Pegadaian Syariah adalah fasilitas pembiayaan modal usaha mikro dari PT Pegadaian yang dijalankan menurut prinsip syariah. Alih-alih mengenakan bunga, skema ini memakai akad rahn tasjily yang disesuaikan dengan ketentuan syariah, sehingga biaya yang dikenakan berupa mu'nah atau biaya pemeliharaan, bukan bunga. Sebagai bagian dari program KUR pemerintah, biayanya tetap ringan dan disubsidi.

Plafon dan biaya

Plafon dibagi menurut kategori usaha, dengan biaya pemeliharaan yang setara bunga rendah:

Plafon KUR Pegadaian Syariah
KategoriPlafonJaminan tambahan
Super MikroSampai Rp10 jutaTidak
MikroSampai Rp50 jutaTidak

Biaya pemeliharaan (mu'nah) yang dikenakan efektif setara sekitar 3 sampai 6 persen per tahun, bergantung pada plafon yang diambil, sejalan dengan tarif program KUR. Tenor pembiayaan tersedia mulai 12 sampai 36 bulan, agar angsuran bisa disesuaikan dengan arus kas usaha.

Kelebihan: bebas biaya dan tanpa jaminan tambahan

  • Tanpa jaminan tambahan untuk kategori Super Mikro dan Mikro; yang dinilai adalah kelayakan usaha.
  • Bebas biaya administrasi dan provisi.
  • Bebas denda keterlambatan sesuai prinsip syariah.
  • Biaya imbal jasa kafalah atau penjaminan ditanggung Pegadaian.

Syarat pengajuan

  • Warga Negara Indonesia dengan e-KTP yang masih berlaku.
  • Memiliki usaha produktif yang sudah berjalan, umumnya minimal 6 bulan.
  • Tidak sedang menerima kredit produktif dari lembaga lain, kecuali yang diperbolehkan ketentuan.
  • Riwayat kredit yang bersih pada pemeriksaan SLIK OJK.
  • Melengkapi dokumen identitas dan legalitas usaha yang diminta.

Cara mengajukan

Pengajuan dilakukan melalui outlet Pegadaian atau kanal resmi yang tersedia. Petugas akan menilai kelayakan usaha sebelum menentukan pembiayaan yang dapat dicairkan. Ajukan sesuai kebutuhan nyata usaha, dan hitung angsurannya lebih dulu agar sesuai kemampuan bayar. Waspadai pihak yang mengatasnamakan Pegadaian dan meminta biaya di muka di luar kanal resmi, karena pengajuan KUR tidak memungut biaya administrasi seperti itu.

Dengan skema syariah, biaya ringan, dan tanpa jaminan tambahan untuk plafon mikro, KUR Pegadaian Syariah menjadi alternatif menarik bagi pelaku usaha mikro yang menginginkan pembiayaan sesuai prinsip syariah. Pastikan syarat terpenuhi dan hitung angsurannya sebelum mengajukan.

Tanya jawab

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu KUR Pegadaian Syariah?

Pembiayaan usaha mikro berbasis syariah dari PT Pegadaian yang memakai akad rahn tasjily, bukan bunga. Biayanya berupa mu'nah atau biaya pemeliharaan yang setara bunga rendah, sebagai bagian program KUR pemerintah.

Berapa plafon dan biaya KUR Pegadaian?

Plafon Super Mikro sampai Rp10 juta dan Mikro sampai Rp50 juta, tanpa jaminan tambahan. Biaya pemeliharaannya efektif setara sekitar 3 sampai 6 persen per tahun, dengan tenor 12 sampai 36 bulan.

Apakah KUR Pegadaian pakai jaminan?

Untuk kategori Super Mikro dan Mikro umumnya tanpa jaminan tambahan; yang dinilai adalah kelayakan usaha. Program ini juga bebas biaya administrasi, provisi, dan denda keterlambatan.

Apa beda KUR Pegadaian dan KUR bank?

Keduanya program KUR pemerintah, tetapi KUR Pegadaian dijalankan berbasis syariah dengan akad rahn tasjily dan biaya pemeliharaan, sedangkan KUR bank umumnya konvensional dengan bunga efektif. Besaran biayanya sama-sama ringan karena disubsidi.

Sumber

Sumber & rujukan

Informasi di halaman ini diperiksa dari sumber berikut. Ketentuan dapat berubah; selalu verifikasi ke sumber resmi terbaru.

  1. KUR Syariah Pegadaian: pengertian, syarat & cara pengajuanPT Pegadaian
  2. Kebijakan & pedoman pelaksanaan KURKemenko Perekonomian
Baca juga
Foto Edi Suharjo, S.H.
Sarjana Hukum dan praktisi pembiayaan di PT BFI Finance Indonesia, Tbk. Menulis panduan KUR dan pembiayaan UMKM dengan latar hukum dan pengalaman langsung di industri keuangan.