KUR Syariah: Akad, Penyalur & Beda dengan Konvensional
- KUR Syariah adalah Kredit Usaha Rakyat yang dijalankan menurut prinsip syariah, tanpa bunga, memakai akad seperti murabahah atau rahn tasjily. Penyalurnya antara lain bank syariah dan Pegadaian. Besaran biayanya setara program KUR karena sama-sama disubsidi, dengan cicilan yang pasti sejak awal.
Bagi pelaku usaha yang ingin pembiayaan sesuai prinsip Islam, Kredit Usaha Rakyat tersedia dalam versi syariah. KUR Syariah menawarkan modal usaha dengan skema tanpa bunga, memakai akad yang dibolehkan syariah. Mengenali akadnya, siapa penyalurnya, dan bedanya dengan KUR konvensional membantu Anda memutuskan apakah skema ini cocok.
Apa itu KUR Syariah
KUR Syariah adalah Kredit Usaha Rakyat yang dijalankan menurut prinsip syariah, sehingga tidak memakai sistem bunga (riba). Sebagai gantinya, biaya pembiayaan diatur lewat akad yang disepakati di awal, dengan besaran yang pasti. Karena tetap bagian dari program KUR pemerintah, biayanya ringan dan disubsidi, setara dengan KUR konvensional.
Akad yang dipakai
Akad yang digunakan bergantung pada lembaga penyalur. Yang umum antara lain murabahah, yaitu jual beli dengan margin keuntungan yang disepakati di muka, serta rahn tasjily yang dipakai Pegadaian Syariah. Karena marginnya ditetapkan sejak awal, besar cicilan sudah pasti sepanjang tenor, sehingga mudah dianggarkan.
Siapa penyalurnya
- Bank syariah yang ditunjuk sebagai penyalur KUR.
- Pegadaian melalui skema KUR Syariah berbasis rahn tasjily.
- Lembaga keuangan syariah lain yang terdaftar sebagai penyalur resmi.
Ketersediaan dan detail skema bisa berbeda antarpenyalur, jadi konfirmasikan langsung ke lembaga yang Anda tuju sebelum mengajukan.
Beda KUR Syariah dan konvensional
| Aspek | KUR Syariah | KUR konvensional |
|---|---|---|
| Dasar biaya | Akad (margin/ujrah), bukan bunga | Bunga efektif |
| Besaran | Setara program KUR (subsidi) | Setara program KUR (subsidi) |
| Cicilan | Pasti sejak awal | Tetap (anuitas) |
| Penyalur | Bank syariah, Pegadaian | Bank penyalur KUR |
Secara beban, KUR Syariah dan konvensional relatif setara karena sama-sama program subsidi pemerintah. Perbedaannya terutama pada dasar perhitungan biaya: syariah memakai akad, konvensional memakai bunga.
Cara memilih
Pilih KUR Syariah bila Anda menginginkan pembiayaan sesuai prinsip syariah dan kepastian cicilan sejak awal. Bandingkan syarat dan kemudahan pengajuan antarpenyalur, pastikan lembaganya resmi dan diawasi OJK, lalu hitung angsurannya agar sesuai kemampuan bayar sebelum menandatangani akad.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu KUR Syariah?
Kredit Usaha Rakyat yang dijalankan menurut prinsip syariah, tanpa bunga. Biayanya diatur lewat akad seperti murabahah atau rahn tasjily, dengan besaran yang setara program KUR karena sama-sama disubsidi.
Apa akad yang dipakai KUR Syariah?
Bergantung penyalur, umumnya murabahah (jual beli dengan margin disepakati di muka) atau rahn tasjily di Pegadaian Syariah. Karena marginnya ditetapkan di awal, cicilan sudah pasti sepanjang tenor.
Bank apa yang menyalurkan KUR Syariah?
Bank syariah yang ditunjuk sebagai penyalur KUR dan Pegadaian melalui skema KUR Syariah. Ketersediaan bisa berbeda antarlembaga, jadi konfirmasikan langsung sebelum mengajukan.
Lebih murah KUR Syariah atau konvensional?
Secara beban relatif setara, karena keduanya program KUR bersubsidi. Perbedaannya pada dasar biaya: syariah memakai akad tanpa bunga, konvensional memakai bunga efektif.
Sumber & rujukan
Informasi di halaman ini diperiksa dari sumber berikut. Ketentuan dapat berubah; selalu verifikasi ke sumber resmi terbaru.
- KUR Syariah Pegadaian: pengertian & cara pengajuan ↗PT Pegadaian
- Kebijakan & pedoman pelaksanaan KUR ↗Kemenko Perekonomian